Awas, Panggilan Tengah Malam

Malam itu udara cukup hangat di kamar. Kami bertiga sudah hampir tidur malam itu. Si kecil sudah terlebih dahulu pulas, menikmati alam mimpi yang dia sendiri dan Tuhan yang tahu. Yang pasti, kami selalu menengok si Kecil ketika dia tidur. Yap, masih pulas seperti awal dia tidur.

Saya masih memegang laptop, mencoba untuk mengkonfigurasi localhost pada macbook saya. Sebuah cara yang lain daripada biasanya. ‘Lebih Simple’, kata beberapa penulis sana yang memang pandai dalam mengotak-atik kemampuannya pada komputer. Saya sendiri dari dulu suka menggunakan XAMPP semenjak menggunakan windows. Bahkan pada saat make Linux juga malah pake LAMPP. Orang malas, katanya. Kemarin bahkan sempat mau langsung make MAMP yang bisa tinggal diinstal, tinggal, jalan. Tapi kali kemarin saya mencoba sesuatu yang baru. Belajar. Toh ga ada ruginya.

Sementara istri masih juga berkutat dengan handphone dan laptopnya. Me Time, tapi masih membaca artikel yang akan ditulis untuk Panganpedia yang memang menjadi passionnya semenjak dahulu.

“getar hape… getar hape… getar hape..” (anggap saja suara dering hape berbunyi) Continue reading “Awas, Panggilan Tengah Malam”

Jogja, Surganya para pesepeda pancal

bird migration
bird migration

Jalanan di Jogja semakin ramai. Memang karena pendatang memang susah move-on atau memang jogja juga surganya para pendatang. Menyenangkan sih. Semua disini ada, semua disini murah (apa iya?) dan yang terpenting, semua yang disini ramah. Ramah bagi kantong (apa iya?), ramah penduduknya, dan masih ramah juga pelaku pengguna jalan.

Pengguna jalanan jogja sangat beragam. Mulai dari pengguna Truk gedhe, yang bahkan sedang lewat depan saya ketika mengetik ini, hingga dokar yang banyak ditemui di Malioboro. Saya juga pernah bertemu dengan cikar, kendaraan dengan atap genteng, di daerah Bantul. Bahkan, bisa dikatakan Jogja adalah Kota Sepeda.

Oh ya, tulisan ini ga ada juntrungannya, mau bahas apa, atau mau komentar apa. terserah saya yang mau ngetik, hanya mengeluarkan sedikit unek-unek di dalam hati.

Sekitar 6 bulan lalu, saya kembali dari Negeri Sakura. Negeri ini merupakan salah satu negeri yang sempat ‘singgah’ di Indonesia. meninggalkan sedikit bekas luka di hati rakyat Indonesia. Entahlah, apakah juga meninggalkan bekas luka ke salah satu Nenek saya. Yang kuingat, beliau pernah melarang cucunya untuk belajar di Jepang, meskipun pada akhirnya mengijinkannya. Tapi Jepang sekarang menjadi negeri yang ramah, bagi rakyat Indonesia, dimana banyak dari kita yang sangat mencintai budaya Jepang. Sebut saja saya yang juga senang baca One Piece karangan Eichiro Oda.

Ketika di Jepang, Saya dan teman-teman memiliki sebuah sepeda pribadi. Satu orang dewasa satu buah sepeda, Sepeda angin atau saya suka menyebutnya sepeda pancal. Arti dari pancal adalah mengayuh. Jadi sepeda pancal adalah sepeda kayuh. Dan hampir semua orang di Jepang memiliki satu buah sepeda. Bahkan anak kecil juga punya sepeda.

Itu ketika saya berada di kota kecil, bernama Miki. Sebuah kota kecil, dengan kontur yang mendatar, tapi dikelilingi oleh gunung-gunung. Semacam kota Malang lah, karena deket dengan kota Miki, terdapat kota Takamatsu yang berada di pinggir laut.

Karena semua orang banyak yang bersepeda, maka jalan raya dilengkapi dengan jalur sepeda. Jalur sepeda di Jepang merupakan pedestrian yang lebar dan sangat friendly dengan pejalan kaki dan pesepeda. Dibagi menjadi dua bagian tanpa sekat, jalur ini menjadi favorit para pesepeda yang ingin santai atau sekedar menuntun sepedanya.

Bersepeda di Jepang sangatlah nyaman dan aman. Selain tersedia jalur yang memadai, pengguna jalan yang lain sangat menghormati pesepeda. Bahkan, pengguna Mobil rela berhenti untuk memberikan kesempatan pesepeda untuk menyeberang.

Oke skip.. terlalu panjang kalo bahas negara orang.

Bagaimana kondisinya kalo di Jogja?

Oh pertama-tama, silakan menengok ke Kampus terkenal di Jogjakarta. Kampus Biru namanya, dimana gedung rektorat konon dirancang oleh Bung Karno, presiden pertama Republik Indonesia.

Di kampus biru ini, parkir sepeda penuh sesak dengan sepeda kayuh warna biru. Banyak ditemukan sudut-sudut gedung penting di kampus biru tersebut yang parkir sepeda pancalnya penuh sesak. Tengoklah gedung Perpustakaan Pusat yang berada di utara Gedung Wisuda. Parkir sepada pancal penuh sesak, hingga kadang kala saya kesulitan untuk parkir sepeda saya. Padahal saya baru datang jam 9 pagi, tapi parkir sepeda sudah penuh.

Kampus saya tercinta juga begitu pula parkirannya. Parkiran yang letaknya di selatan fakultas kehutanan, penuh akan sepeda pancal. Bahkan di selasar fakultas pun sering dipakai untuk parkir sepeda, saking banyaknya sepeda pancal yang ada di fakultas.

Luar biasa kan jumlah sepeda di kampus biru ini.

Sebagai seorang penikmat sepeda, meskipun hanya mampu beberapa kilometer, tentu merasa bangga jika banyak teman bersepeda. Hampir sama kayak di Jepang, dimana banyak orang berjalan kaki atau naik sepeda. terutama jka beberangan dengan jam berangkat dan pulang sekolah.

Jogja, ketika di jalan raya, saya selalu senang karena semua orang naik sepeda pancal menuju suatu tempat yang mereka inginkan. kami selalu berjalan di lajur kiri agar tidak terserempet oleh kendaraan roda empat yang memang jarang di Jogjakarta. Sesekali beberapa orang terlihat meliuk-liuk berpindah lajur ketika bersepeda agak terburu-buru. Meskipun membahayakan, tapi begitulah prinsip dalam bersepeda di Indonesia, layakanya air yang selalu menempati ruang kosong.

Menyebalkan? bagi saya yang pengendara sepeda sih kadang geli juga. Padahal sepedanya lebih gedhe dari saya, tapi meliuk-liuknya begitu lincah. Kadang saya juga sedikit tertawa sambil berkata ke teman saya, pasti dia kebelet pupup. hahaha…

Saking ramenya pengguna sepeda di Jogja, Pemkot Jogja membuat semacam kotak berwarna Hijau di semua perempatan yang ada isyarat lampu lalu lintas. Ukurannya besar. Seukuran mobil sedan mungkin, dan berada paling depan dekat dengan garis zebra cross yang selalu tergaris putih bersih di semua perempatan. Biasa, untuk mobil roda empat atau sepeda motor yang memang kecepatannya lebih cepat daripada sepeda pancal. Sehingga, agar pengguna mobil lebih nyaman, maka diberikanlah ruang tunggu mobil/sepeda motor di tiap perempatan.

Mungkin karena udah dibikin macet oleh para pesepeda pancal, juga karena mereka jalannya lebih cepat.

Kendaraan lain sebenarnya banyak juga. Hanya saja, sepertinya tidak banyak yang menggunakannya. Selain karena harus beli bensin atau sekarang disarankan pertalite, kendaraan bermotor selalu menyebabkan suara bising dan menambah panas kota Jogjakarta.

Sebenarnya pengguna sepeda motor di Jogja sangat berlimpah. akan sangat sulit sekali menghitung jumlah sepeda yang turun di jalanan. bahkan pengguna sepeda motor di Jogja pun konon mampu memacetkan jalan raya selama beberapa jam. sayang, itu terjadi pun hanya selang beberapa jam, ketika berlangsungnya Jogja Last Friday Raid  yang berlangsung di hari Jumat di akhir bulan. Pun dilakukan ketika banyak orang pulang dari tempat kerja atau mahasiswa selesai kuliah. Alhasil, banyak pengguna sepeda pancal senang, karena kalo udah agak malam, Jogja itu dingin. Sehingga dengan adanya Jogja Last Friday Raid, serangan sepeda motor mampu membuat jogja menjadi hangat, baik suasananya, maupun udaranya.

Bisa dikatakan hampir pemunya sepeda motor, baik anak  hingga orang tua berkumpul di Stadion Kridosono terlebih dahulu untuk bersepeda motor ria sesuai dengan rute yang telah disampaikan via Facebook. Konon, jumlah pengendara motor yang ikut melebihi jumlah pesepeda ketika Fun Bike khusus sepeda pancal berhadiah rumah diadakan.

Semoga saja, Jogja dengan segala keistimewaannya tetap seperti ini. Jogja tetap menjadi surga bagi Jutaan pengguna Sepeda Pancal yang makan gudeg sebagai sumber bahan bakarnya…

Cara Perpanjang SIM di Malang dengan Mudah dan Murah

Sim C yang udah diperpanjang
Sim C yang udah diperpanjang

Apabila SIM anda sudah atau akan habis masa berlakunya, maka alangkah baiknya Anda memperpanjang SIM anda dengan segera.

Salah satu cara yang wajib ditempuh adalah melakukan perpanjangan SIM. Kebetulan, karena saya asli orang Malang, meskipun sudah nggak begitu keliatan orang Malangnya, maka Perpanjangan SIM harus dilakukan di Kota Malang. Saya nggak ngerti kenapa SIM harus dikeluarkan sesuai KTP domisili, padahal SIM berlaku secara Nasional, dan instansi yang mengeluarkan ada di setiap kota. Saya juga heran, kenapa ini disebut Surat Ijin Mengemudi jika bentuknya adalah Kartu. Kenapa bukan Kartu Ijin Mengemudi ya? entahlah.

Cara perpanjang SIM di Malang sangat mudah. Anda tinggal menyediakan gunting, potong jadi dua, dan sambungkan secara horizontal. Setelah itu, SIM anda menjadi tidak berlaku lagi…. Bagaimana cara agar Anda tidak ‘kedhludhuk‘ atau bisa dengan nyaman dan murah? Continue reading “Cara Perpanjang SIM di Malang dengan Mudah dan Murah”

Cara Naik Bus Handoyo Jogja ke Malang

Bus handoyo credit: blognyayoke.blogspot.com
Bus handoyo
credit: blognyayoke.blogspot.com

Jadi, sudah lama saya tidak menggunakan Handoyo dari kota gudeg Jogjakarta menuju kota tercinta, Malang. Biasanya sih kalo ke malang saya naik Kereta, atau Bus via Surabaya atau via Jombang. Perjalanan ke Malang via Jombang bisa dibaca pada postingan tips perjalanan dengan bus Puspa Indah. Dalam postingan sebelumnya, saya menulis mengenai tips perjalanan dari Jogja menuju kota Malang via Jombang. Jika kita menuju Malang via Jombang, maka bus yang kita naiki adalah bus Puspa Indah.

Bagaimana jika kita ingin langsung dari Jogja menuju Malang? Cara yang paling mudah adalah dengan menggunakan Kereta Api, yaitu naik Malioboro Express. Anda dapat memilih perjalanan siang atau malam hari. Sayangnya bagi mahasiswa yang berkantong tebal seperti saya, rasanya kurang sreg jika naik kereta rakyat tersebut. Saya butuh kendaraan yang Ekslusif, yang ada service makan, selimut dan bantal! Maka dengan ini, saya menulis mengenai cara naik Bus Handoyo Jogja ke Malang Continue reading “Cara Naik Bus Handoyo Jogja ke Malang”

Untukmu,,

Dinginnya udara tak seperti dinginnya hatiku

yang dilanda rindu akan kehadiran dirimu.

Aku tahu bahwa engkau tak lagi disisiku

tapi aku yakin itu yang terbaik untukmu.

Sudah tujuh bulan kita tak bertemu,

tak ada keluh ceritamu kepadaku,

dan tak banyak senyum aku kirimkan kepadamu,

hanya suara yang bisa aku kirim untuk menyapamu.

Aku tahu bahwa rindumu padaku,

melebihi rinduku kepadamu.

Egoku, mengalahkan rinduku kepadamu.

Hingga kamu pergi pun,

tak sekalipun senyum terhampar untukmu.

Selamat jalan, Bapak..

Anakmu ini, selalu mendoakanmu..

Untung wis tau nang Bandungan…

Kelingan jaman biyen, pas jamane isek enom, senengane dolen nang endi ae, karo melok opo ngono sing oleh duit. Lumayan, mlaku-mlaku oleh duit. Pas iku, semester tuo lek ga salah,, embuh rahasia pokoke, oleh duit lumayan gawe urip pirang minggu (jenenge ae mahasiswa), iso dolen pisan nang daerah sing jarene lumayan ‘adem-panas’. hahahha…

Tapi ga sido dadi rahasia, mergane ngko bakalan tak critani, kok iso judule koyok ngono.

‘Emange awakmu wis tau nang bandungan, jok?’.

‘Uwis’, jawabanku.

‘Bandungan sing ndek kae?’

‘Kae sing endi maksudmu?’

‘kae, sing cedek Semarang.’

‘Ho’oh, tenanan. karo kanca-kancaku’.

‘Asem’.  Continue reading “Untung wis tau nang Bandungan…”

Will You Love Me?

Baiklah, mungkin ini hanya sebuah post omong kosong dan tidak ada gunanya jika anda baca. Tapi, mungkin ini adalah hal baru yang dapat membantu anda. “Bagaimana bisa sekedar tulisan omong kosong ini akan membantu saya?”, tanya Bang Sat yang enggak duduk di sebelah saya.
Beberapa minggu yang lalu, saya kembali dihadapkan pada sesuatu kenyataan yang amat pahit rasanya. Saya diputuskan secara sepihak. Mungkin dia tahu, atau saya tahu, bahwa masing-masing dari kami seringkali berbuat curang. Selingkuh? bisa iya, bisa enggak. karena saya merasa bahwa sebagian dari dia dan dia saling melengkapi. Sedikit komplikasi bukan?
Sudah lama saya bersamanya. Kami saling membantu satu sama lain. Tetapi, lebih sering dia yang membantu saya. Penampilannya tak sebagus dia, tapi ada beberapa hal yang aku suka dan nggak ada di dia. entah, apa yang kurang di dia.
Tetapi beberapa hari ini berubah. Aku banyak mencari tahu banyak hal mengenai dia. meski kami jarang berkomunikasi, tapi entah kenapa rasanya dia lebih menyenangkan daripada dia. penampilannya sederhana, tapi dia selalu membuatku lebih tertarik daripadanya. Sederhana, dan menarik. Dia lebih banyak berubah daripada yang aku bayangkan. Mungkin karena baru beberapa hari ini aku fokus kepadanya.
Yap, dan aku memilih bersamanya. Dia yang telah lama hadir dalam hidupku, meski sudah lama kami bertemu, tapi baru sekarang aku merasakan kenyamanan dengannya.
Jika aku akan mencintaimu, apakah kamu juga akan membalas cintaku, wahai kamu Ubuntu 12.04 Precise Pangolin?

Sajak Mala Rindu 2

Kukatakan pada langit,
Sinari dia agar selalu tetap tumbuh semangat membara.

Kukatakan pada bulan,
Terangi malamnya agar tak kesepian dalam gelap.

Kukatakan pada air,
Basahi kalbunya agar senantiasa sejuk.

Kukatakan pada tanah,
Sediakan tempat yang nyaman dan kuat untuk dia berpijak.

Kukatakan pada api,
Nyalakan selalu agar tak dingin perasaannya.

Kukatakan pada udara,
Selimuti dia dengan hawa yang segar dan sejuk agar sehat pemikirannya.

Kukatakan padanya,
Aku merindukan hangat peluk tubuhmu agar senantiasa hidup jiwaku.

#plaak

Sajak Mala Rindu

Katakan pada intan
Bahwa dia lebih berkilau tanpa gemerlapan

Katakan pada parfum
Bahwa dia selalu lebih dari wangi yang harum

Katakan pada bunga
Bawa dia selalu membuat aku terpesona

Katakan bada kumbang
Bahwa dia yang selalu membawa aku terbang

Katakan pada padi
Bahwa dia lebih cantik dan baik daripada Dewi Sri

Katakan pada gula
Bahwa dia lebih manis daripada madu Sumbawa

Katakan pada gulali
Bahwa dia yang selalu melekat di hati

Katakan pada Superman
Bahwa dia bukan kekasih Clark Kent

Katakan pada dokter bedah
Bahwa dia telah merasukiku di dada

Katakan pada polisi
Bahwa dia telah membuatku lupa diri

Katakan pada hakim agung
Bahwa karena ketok nada dari mulutnya telingaku selalu berdengung

Katakan pada dunia
Bahwa aku miliknya

Dan katakan pada suaminya
Bahwa benih di rahimnya, aku yang menanamnya.

#siiiing

Kamu? Cukup Sampai Disini

Rasanya, aku usah nggak betah disini.

Semuanya bermula ketika aku tidak sengaja melakukan sesuatu. Entah apa yang menjadi alasan aku memasukkan itu dengan menggunakan akunku sendiri.
Semuanya berjalan lancar dan menyenangkan. Aku bisa membayangkan bahwa apa yang aku lakukan saat itu benar. Aku merasa tidak ada salahnya mengajak melakukan hal itu. Hal yang umum untuk dilakukan bukan?
Beberapa awal setelahnya, semua berjalan lancar. Sedikit demi sedikit aku bisa merasakan adanya perbedaan yang terjadi. Entah disengaja ato tidak, tetapi ini sungguh menyenangkan. Aku merasa hal yang menarik pasti terjadi setelah itu. Aku merasa semua yang kulakukan ini akan berujung baik pada masa depanku. Aku berharapnya sih begitu.
Tapi sebenarnya tidak menyukaimu. Aku lebih memilih dia yang indah, putih, bersih, dan wangi. Semua orang menyukai hal-hal seperti itu. Tapi entahlah. Aku tak tahu, apakah kamu mengetahuinya ato tidak. Continue reading “Kamu? Cukup Sampai Disini”