Panduan Memilih Web Hosting Murah Indonesia

Sedang bingung mencari web hosting untuk situs anda? Maka, ada baiknya Anda menyempatkan waktu Anda untuk membaca panduan memilih web hosting murah Indonesia 2016. Tulisan ini untuk membantu anda mendapatkan informasi yang singkat mengenai alasan pemilihan hosting. Gmpangnya adalah penjelasan mengenai hosting, dan beberapa penyedia jasa web hosting yang pernah saya gunakan mulai tahun 2006 sampai sekarang, yaitu tahun 2016.

Untuk menentukan hosting, maka sebaiknya kita memahami dulu demografi pengunjung kita.

Misal, pengunjung kita kebanyakan orang Indonesia. Maka sebaiknya hosting tersebut kita letakkan di server yang berada di Indonesia. Atau paling tidak berada dekat dengan Indonesia, semisal Singapore atau Australia. Ini karena hosting itu ibarat rumah dan pengunjung adalah client kita atau pekerjaan kita.

Nggak kebayang kan kalo rumah kita di Indonesia, tetapi pengunjung kita atau client kita tinggalnya di Amerika. Akan membutuhkan waktu yang lama bagi pengunjung untuk mengakses rumah kita.

Tapi, Apakah sebenarnya lokasi server tersebut sangat-sangat berpengaruh?

Kembali ke paragraf dua diatas.

kita nggak bisa memilih lokasi hosting di Amerika sana jika pengunjung kita kebanyakan dari Indonesia. Pun sebaliknya. Namun biasanya, hosting yang diletakkan di luar negeri, katakanlah Amerika Serikat lebih disukai karena lokasinya lebih dekat dengan google. Jadi akan memberikan nilai yang lebih tinggi bagi google dalam hal pagespeed. Selain itu, robot dari google akan lebih mudah ‘sampe’ ke situs kita ketimbang jika situs kita jauh dari Google. Mungkin

cara-hosting-bekerja
bagaimana cara web hosting bekerja?

Apakah benar?

Ya Iya donk.. coba aja cek pake speedtest.net. Analogikan bahwa hosting Anda terletak di kota sebelah atau kota jakarta.

Pastinya jika kita melihat hasil speedtestnya, maka lebih cepat jika server yang kita pilih ada di kota seberang.

Lokasi server hosting yang dekat, akan menurunkan ping/latency

Sebelumnya jika nggak tahu apa itu ping dan latency, maka kita belajar secara singkat dengan sedikit analogi.

Untuk bisa mengakses internet, kita membutuhkan yang namanya bandwidth atau lebar pita dalam bahasa Indonesia. Bandwidth ini secara kasar adalah jalan tol bagi data yang akan berlalu lalang dari client ke server dan sebaliknya. Katakanlah ada bandwidth sebesar 10Mb/s. Artinya, dalam 1 detik ada sebanyak 10Mb data yang bisa melintasi jalan tol tersebut, maksimum.

Berlawanan dengan latency, latency merupakan waktu yang diperlukan oleh data tersebut melewati jalan tol dari ujung ke ujung. Jika panjang jalan tol adalah 100 m, maka tentu saja waktu tempuhnya akan sangat singkat. Bandingkan jika panjang jalan tol adalah 100 km atau bahkan 1000 km alias lintas benua. tentu akan sangat lama sekali kan? Tapi tentu saja nggak akan selama kalo kita berjalan… hehehe..

Sementara itu, ping atau bisa disebut ping rate, adalah sama dengan latency. misal nih, buka terminal kemudian ketik “ping google.com” tanpa tanda kutip, maka hasilnya mungkin seperti ini:

PING google.com (74.125.200.101): 56 data bytes
64 bytes from 74.125.200.101: icmp_seq=0 ttl=44 time=81.254 ms
64 bytes from 74.125.200.101: icmp_seq=1 ttl=44 time=124.154 ms
64 bytes from 74.125.200.101: icmp_seq=2 ttl=44 time=124.913 ms

— google.com ping statistics —
3 packets transmitted, 3 packets received, 0.0% packet loss
round-trip min/avg/max/stddev = 81.254/109.199/127.816/20.266 ms

maka kita bisa tahu bahwa rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk berhubungan dengan google adalah sektiara 109 ms.

Baca juga  Remapping keyboard shortcut di Mac

Bayangkan jika lokasi server hosting kita berada dekat dengan kita, katakanlah masih satu negara. Maka ping/latency akan semakin kecil. Dan tentu saja akan berpengaruh terhadap kecepatan client atau user untuk dapat mengakses situs kita. Dan semakin cepat, tentu saja akan membuat user semakin senang mengunjungi situs kita.

Ada harga, ada rupa. Harga berpengaruh terhadap kualitas hosting. Apa perbedaan layanan yang ada?

That’s true. 

Untuk dapat menyimpan data-data kita di internet, kita membutuhkan hosting yang disediakan oleh penyedia layanan hosting. Kita harus perhatikan dulu mana yang akan kita pilih. Maksudnya, apakah kita akan memilih shared hosting, VPS, cloud hosting, atau Dedicated hosting. Apa pula itu? Mana yang harus saya pilih?

Baca juga  Cara Jailbreak iOS 9.3.3 dan sebelumnya (Semi-untethered)

Untuk dapat mengetahui jawaban dari pertanyaan diatas, maka sebaiknya Anda harus tahu, apa tujuan anda menyewa hosting? apa yang akan Anda lakukan kemudian? Apakah hanya sekedar blog biasa, toko online, atau sebuah aplikasi berbasis web?

Paling tidak, mari saya jelaskan secara singkat mengenai shared, VPS, cloud, atau dedicated hosting.

Shared hosting, untuk yang ga ingin ribet.

Shared hosting merupakan layanan yang diberikan dengan harga yang cukup murah, berkisar dari 9 ribu perbulan hingga 2 juta perbulan, tergantung spesifikasi dan penyedia layanan. Shared hosting ini paling popular, karena pengoperasiannya yang paling mudah sekali.

Menggunakan Shared hosting diibaratkan sebagai tinggal di  Pondok Mertua Indah.  Anda masih menumpang di rumah mertua atau rumah orang tua anda. Dan hanya menempati satu kamar sedangkan sumber daya digunakan bebarengan dan berbagi. Misal listrik dipake bareng-bareng, kamar mandi bersama, dapur bersama. Dan tentu saja jika ada sodara ipar yang ternyata butuh daya listrik yang lebih besar, siap-siap saja kena Njeglek alias mati lampu. hehehe…

Artinya, sumber daya hosting akan dibagi rata ke pengguna shared hosting, seperti disk space, CPU, dan memory. Biasanya sih tidak ada masalah yang terjadi. Tetapi kalo ada masalah, mungkin Anda bisa meminta ke penyedia jasa untuk pindah ruangan..

Keuntungannya adalah, biayanya yang cukup murah. Pengoperasiannya juga sangat mudah, karena sudah disediakan semuanya. tinggal make. Sehingga tidak diperlukan pengetahuan lebih dan biaya yang banyak untuk dapat menggunakan shared hosting ini.

Baca juga  Kupon Diskon Niagahoster

Salah satu contoh penyedia jasa layanan hosting yang sedang ngetrend saat ini adalah:

  1. Niagahoster yang memiliki fitur unlimited disk space dan unlimited bandwidth. Dalam paketnya tersedia gratis domain, serta gratis SSL dari Let’s Encrypt. Harga mulai dari Rp 14.900/bulan.
  2. Ardetamedia. Penyedia hosting ini meyediakan layanan shared hosting dengan menggunakan SSD (Solid State Drive). Harga mulai dari  Rp 19.000/bulan
  3. Nusantarahost. Hosting ini juga menggunakan menggunakan SSD. Harga mulai dari Rp 30.000/bulan

Virtual Private Server (VPS) Hosting, untuk yang belajar mandiri

Gampangnya adalah seperti kita punya kondominium atau kontrakan dalam satu cluster. Dalam Satu cluster tersebut, kita masih menyewa, terdapat beberapa orang yang juga menyewa. tetapi lebih sedikit jika dibandingkan dengan shared hosting. selain itu, sumber daya yang dibagikan juga lebih besar. Sayangnya, di dalamnya kita perlu mengatur sendiri apa-apa yang dibutuhkan.

Keuntungannya adalah Anda mendapatkan space yang lebih lega, serta resource yang lebih kuat juga dibandingkan shared hosting. Kecepatan loading menjadi lebih bagus serta performa menjadi meningkat.

Dedicated hosting, untuk yang punya segalanya

Memilih dedicated hosting seperti kita memiliki sebuah rumah sendiri dengan harga KPR yang cukup tinggi (berkisar dari $60 hingga ribuan dolar). Semuanya menjadi milik Anda sendiri sehingga pengelolaan pun menjadi tanggung jawab Anda. Tidak ada orang yang numpang dalam hosting Anda. Sehingga, sumber daya menjadi sepenuhnya dapat Anda kuasai dan atur. Tentu saja hasilnya adalah performa luar biasa bisa anda hasilkan.

Keuntungannya Anda bisa leluasa mengatur hosting sendiri, karena semua resource anda yang punya. Sayangnya, butuh biaya dan pengetahuan yang cukup untuk bisa mengelola dedicated hosting.

Cloud Hosting, untuk yang sedang berkembang

Ini sedang trend mulai dari awal tahun 2015. Cloud hosting menjadi salah satu tujuan utama jika ingin menyimpan file dan sistem ke dalam internet. Ini karena tidak ada batas dalam penggunan resource pada cloud hosting. Kenapa begitu? karena pada cloud hosting, Anda dapat menggunakan beberapa sumber daya sekaligus jika dirasa resurce (sumber daya) saat ini kurang. Opsi ini paling banyak diminitai oleh startup yang sedang berkembang. Berbeda dengan shared hosting atau dedicated hosting yang menggunakan satu buah server, cloud hosting diletakkan pada lingkungan virtual, sehingga sangat mudah untuk melakukan pengembangan jika sumber daya dirasa kurang memadai.

One Reply to “Panduan Memilih Web Hosting Murah Indonesia”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *